Sun Tzu - Prinsip Dasar Menang Tanpa Bertempur

Sun Tzu - Prinsip Dasar Menang Tanpa Bertempur - Hallo sahabat The Wisdom of Ancient Chinese, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Sun Tzu - Prinsip Dasar Menang Tanpa Bertempur, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Tao The Ching, Artikel The Art of War, Artikel The Wisdom of Ancient Chinese, Artikel The Words of Confucius, Artikel The Words of Zhuang Zi, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Sun Tzu - Prinsip Dasar Menang Tanpa Bertempur
link : Sun Tzu - Prinsip Dasar Menang Tanpa Bertempur

Baca juga


Sun Tzu - Prinsip Dasar Menang Tanpa Bertempur


Strategi yang digunakan :

Menang tanpa bertempur
Kekuatan melawan kelemahan-selalu
Awaslah terhadap “Orang bodoh tingkat tinggi”
Patuhilah prinsi-prinsip mendasar

Pada setiap tingkatan operasi manapun, strategi itu sungguh “perang di atas peta”, “rencana di atas kertas”. Strategi berhubungan dengan pengalokasian sumber-sumber daya untuk pertempurannya. Dalam On War , Clausewitz mengatakan bahwa strategi menentukan di mana, kapan, dan dengan kekuatan apa pertempurannya akan diperjuangkan.

Dalam Strategy, B.H. Liddell Hart menjelaskan tujuan strategi: ”Tujuan sesungguhnya bukanlah bertempur, melainkan mencari situasi yang strategis yang demikian menguntungkan sehingga seandainya situasi strategis itu sendiri belum mendatangkan hasilnya, tindak lanjutnya dengan pertempuran pasti mendatangkan hasilnya”.
B.H. Liddell Hart,
 British Historian

Aturan pertama dalam strategi adalah memperhatikan dengan sangat, kebutuhan serta keinginan sang pelanggan dan ampuan organisasi anda untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Strategi itu memfokuskan kepada menambahkan nilai tambah sejati bagi pelanggan. Strategi bukanlah mencari konfrontasi, strategi berupaya mencari tujuan dengan pertempuran seminimal mungkin.

§ “Menang Tampa Bertempur”

Kemenangan yang paling hakiki adalah menang tanpa konflik

Konsep meraih kemenangan tanpa konflik sangatlah mendasar dalam pemikiran strategis Sun Tzu. Untuk menerapkan konsep ini, perlu dicari kemenangan sebelum memasuki arena kompetitifnya. Pihak yang menang adalah yang sudah menang.

Strategi adalah proses perencanaan. Strategi adalah perang di atas kertas. Strategi adalah melakukan hal yang benar. Strategi adalah berupaya meraih kemenangan sebelum pertempuran.

Taktik adalah proses kontak. Taktik adalah aksi perang. Taktik adalah melakukan segalanya dengan benar. Taktik adalah pertempurannya.

§ “Kekuatan Melawan Kelemahan-Selalu”

Pertempuran itu dimenangkan dengan mengkonsentrasikan kekuatan

Aturan rasio kekuatan itu sederhana saja: kalau kita tidak mempunyai keunggulan nyata, kita tidak mungkin menang. Tujuannya bukanlah kondisi seimbang: berupayalah meraih keunggulan. Seperti kata Napoleon, “Allah itu memihak altileri yang paling berat”.

Fig. Napoleon Bonaparte,
First Emperor of France
is said to embrace Islam

Sepelekanlah lawan anda, maka akibatnya adalah bencana.

Peringkat prioritas itu penting. Pertama, anda harus memuaskan kebutuhan pasar. Barulah anda bisameraih keuntungan-keuntungan dari tindakan-tindakan anda. Kalau anda prioritaskan keuntungan, urutan anda dalam mengambil keputusan itu keliru. Keputusan tentang kebutuhan pasar itu selalu harus diambil sebelum keputusan keuangan. Tidak mungkin dengan cara lain.

Sementara anda merenungkan soal meneruskan kekuatan, renungkanlah sungguh-sungguh soal memperkuat kekuatan anda sendiri. Ini sering kali merupakan cara terbaik untuk meraih kemenangan.

§ “Awaslah Terhadap Orang Bodoh Tingkat Tinggi”

Hindarilah bertindak tanpa pengetahuan penuh tentang situasinya

Maurice Count de Saxe
known as the
Marshal de Saxe
 
Marshal Saxe menulis tentang jenderal-jenderal yang ingin melakukan segalanya pada hari pertempuran dan akibatnya malah tidak melakukan apa-apa. Saxe mengatakan, ”Kalau sang jenderal ingin menjadi sersan-mayor dan berada di mana-mana, ia akan bersikap seperti lalat dalam dongeng yang menyangka dirinyalah yang mengemudikan kereta kudanya”.

Ketika manajemen tidak kompeten, orang-orang yang baik akan “memecat bos mereka” dengan meninggalkan organisasinya. Tingkat pergantian karyawan yang tinggi bisa menandakan adanya masalah.

Dalam On the psychology of Military Incompetence , Norman Dixon menyatakan kecemasan sebagai penyebab kegagalan yang paling umum dalam kepemimpinan, bahwa apa yang sebelumnya dianggap kurang cerdas mungkin adalah akibat dampak kecemasan yang melumpuhkan persepsi, ingatan, dan daya pikir.

Dixon mengidentifikasi beberapa kesalahan pribadi yang umum ditemukan dalam ketiadaan kompetensi:·

Norman Dixon -
Country Financial Representative
 Woodbury, MN, United States
Konservatisme mendasar serta berpegangan erat terhadap tradisi yang sudah tidak relevan.·
Kecenderungan untuk menolak atau mengabaikan informasi.·
Kecenderungan untuk menyepelekan informasi.·
Sikap ragu-ragu mengambil keputusan.·
Kegagalan menggunakan kejutan.·
Kecenderungan untuk melancarkan serangan frontal.·
Kegagalan mengadakan survei pendahuluan yang memadai.

§ “Patuhilah Prinsip-prinsip Dasar”

Kemungkinan gagal itu tinggi ketika aturan-aturan yang menjamin kemenangan itu diabaikan

Berikut adalah beberapa aturan mendasar dalam bisnis:
  • Organisasikanlah suatu sistem intelijensi: kenalilah pasar anda seperti anda mengamati diri sendiri. Pengambilan keputusan harus didasarkan kepada data.
  • Peliharalah tujuan-tujuan semula: tetapkanlah arah yang jelas dan bidiklah dengan mantap. Jangan menyimpang.
  • Raihlah posisi yang mantap : perkuatlah kompetensi-kompetensi inti anda. Raihlah posisi yang tidak mudah direbut lawan anda.
  • Teruslah menyerang: terus menyerang memelihara kebebasan bertindak dan membuat anda memegang kendali.
  • Rencanakanlah kejutan: inilah cara terbaik untuk meraih dominasi psikologis dan menghalangi inisiatif lawan anda. Kecepatan adalah komponen kejutan yang penting.
  • Siaplah bermanuver: renungkanlah bagaimana caranya agar posisi anda menguntungkan sementara lawan anda tidak. Temukanlah posisi-posisi yang kompetitif yang kurang atau tidak dijaga lawan.
  • Konsentrasikanlah sumber-sumber daya anda: akumulasikan kekuatan unggul yang memadai pada tempat dan waktu yang menentukan.
  • Gunakanlah kebijakan dalam menempatkan kekuatan: ketika anda mengkonsentrasikan kekuatan disuatu tempat, anda akan lemah di tempat-tempat lain.
  • Sederhanakanlah: yang sederhana itu yang paling baik. Bahkan rencana-rencana yang sederhana pun bisa sangat sulit dilaksanakan.


Demikianlah Artikel Sun Tzu - Prinsip Dasar Menang Tanpa Bertempur

Sekianlah artikel Sun Tzu - Prinsip Dasar Menang Tanpa Bertempur kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Sun Tzu - Prinsip Dasar Menang Tanpa Bertempur dengan alamat link http://oldchinesewisdom.blogspot.com/2016/11/seranglah-dengan-strategi.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sun Tzu - Prinsip Dasar Menang Tanpa Bertempur"

Post a Comment